LELAKI ITU BUKAN AKU
Posted
Selama ini aku terlalu sombong menafsirkan diriku pantas untuknya. Dengan keberanian tingkat ksatria, aku berani-beraninya menjadikannya pantas untukku tanpa pernah menanyakan apakah aku pantas untuknya. Aku terlalu sombong. Ya, terlalu sombong.
24 jam yang lalu aku sudah menemukan apa yang salah denganku setelah berhari-hari aku mencarinya. Jawaban itu kutemukan lewat sebuah siluet gelap yang selalu berkelabatan menggambarkan tempatku berada di dasar lautan. Siluet lainnya muncul lebih jelas menjelma dirinya yang sedang berpangku di atas awan. Begitulah kita. Begitu jauh jarak antara aku dengannya. Terlalu mustahil mengharapkan dua tempat yang begitu berbeda melebur menjadi satu. Pungguk selamanya hanya akan merindukan bulan. Tidak akan lebih.
Dan sekarang aku malu untuk bersitatap dengannya. Mataku terlalu kotor untuk menatap setiap inchi tubuhnya. Dan tak ada yang meragukan bahwa matanya juga terlalu mahal untuk menatap tubuh seorang pria hina sepertiku. Lelaki yang harus berada di sampingnya memang harus benar-benar pantas untuknya. Lelaki yang berhak menyebut namanya dalam setiap do'a memang harus benar-benar sholeh untuknya. Karena dengan demikian aku bisa menyerahkan setengah hatiku pada orang yang tepat. Dan percayalah, untuk lelaki sepertiku, aku tidak akan mencoba menjadi pantas baginya. Akan ku pastikan bahwa lelaki itu bukan aku.
Semoga dia menemukan pria yang benar-benar pantas untuknya. Amiin...
*Untuk seorang gadis yang pernah kuukir namanya di tangan kotorku.
This entry was posted
on 15.33
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.