What if I'm Vampire?  

Posted by: Langit Pelangi

Aku...
Makhluk seperti apa aku?
Dengan keadaanku seperti ini..
Sepertinya aku memang tidak pernah diharapkan keberadaanya oleh mereka...


Jauh hari sebelum hari ini, dia sudah sering memikirkan apa yang orang orang pikirkan tentang dia. Pikiran mereka sangat jelas tercermin dari sorotan mata mereka saat dia menatapnya.
Dia tidak pernah menyalahkan tatapan tatapan aneh itu. Dia tidak pernah mencegah mulut-mulut mereka berkomentar sinis tentang sikap dinginnya. Dan dia tidak pernah menghiraukan sikap orang-orang di sekitarnya tentang kebiasaannya menyendiri dan bersembunyi di balik selimut kegelapan. Dia hanya berpikir tentang dirinya sendiri, tentang jati dirinya sebagai sosok peminum darah dan pembenci sinar matahari. Hanya itu, yah hanya itu yang tertanam erat dalam benaknya.

Suatu hari Tommy,  si pemuda vampire itu sedang berjalan menyusuri jalan sepanjang Place Charles de Gaulle. Ia tidak bisa membendung keinginannya untuk menapakkan kaki di jalan kota Paris itu. Hal yang sangat bodoh untuk dilakukan oleh sang pembenci sinar matahari. Dia bisa saja tersengat sinar matahari. Bahkan bisa saja kulit putih pucatnya itu terkelupas dari tulang-tulang kerasnya. Tapi nampaknya prakiraan cuaca yang ia simak pada pagi hari di TV Breizh menunjukkan hal yang sama dengan keinginan hatinya, yaitu cuaca mendung berawan. Dengan kondisi cuaca seperti itu Tom bisa lebih leluasa melenggang bebas tanpa perlu khawatir tubuhnya akan terbakar. Awan hitam itu sedang menjadi pengawalnya melangkah siang itu. Seperti ada sebuah kekuatan mahakuat yang mengikat dengan kencang sehingga membuat awan hitam itu mengekor kemanapun dia menapakkan kakinya.

Tapi lagi lagi ia kembali mendapati tatapan-tatapan aneh itu. Sepanjang jalan itu ia memperhatikan mata-mata manusia di sekelilingnya seperti sedang menghunuskan sebuah pedang ketakutan ke arahnya. Manusia-manusia yang bersitatap dengannya bahkan kerap kali menjauhkan langkah mereka. Tom mengedarkan pandangannya ke arah sekumpulan anak-anak yang sedang bermain di Green Hill Park. Ia tersenyum ke arah anak-anak itu, mencoba bersikap ramah pada mereka. Tapi anak-anak kecil yang sedang bermain itu langsung berlari dan memeluk ibu mereka saat menatap wajah Tom. Sebuah kerut ketakutan tampak di wajah-wajah polos mereka.  

Hey, apa yang salah? Apa karena wajah pucat ini? Apa karena mata sembab ini yang memancing mata-mata manusia menatap aneh padaku?

Pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya sudah timbul di benaknya saat dia menyadari bahwa dirinya berbeda. Dan dia sendiri sudah tahu jawabannya tanpa perlu menjawabnya. Tapi pertanyaan-pertanyaan itu selalu saja datang dengan sendirinya tanpa ada ujungnya sampai sekarang…

kenapa?

Kenapa aku seperti ini?

This entry was posted on 00.28 . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Posting Komentar (Atom) .

0 komentar

Posting Komentar